Sungguh Aku tak bisa…..
Sampai kapanpun tak bisa….
Membenci dirimu….
Sesungguhnya aku tak mampu….
Sulit untuk aku bisa….
Sangat sulit ku tak bisa…
Memisahkan segala….
Cinta dan benci yang aku rasa…. “Cinta dan benci by Geisha“
Hadew… Dengar lagu itu aku langsung merinding, mungkin itu yang aku rasakan sekarang. Benci dan cinta, dua hal yang berbeda tapi cukup mendominasi sebuah karakter manusia. Bahagianya saat jatuh cinta, begitu pula sangat nhancur dan sedih ketika patah hati karena cinta.
Bayangin aja, cuma gara-gara putus cinta, seharian tidak makan pun tak akan terasa. Sulit banget membuat hari-hari ku menjadi seperti biasanya lagi. Mungkin lebih enak jika putus cinta dan tidak bertemu dia lagi. Yang sulit jika kita tiap hari harus ketemu dia terus (cinlok). Berat bro… sumpah dech…
Karena saking frustasinya, aku pernah mencoba untuk tidak memikirkannya, untuk tidak melihatnya dan tidak memperdulikannya. Hasilnya aku jadi orang aneh, untuk pergi ke kantor harus melewati tempatnya dia, maka aku coba lewat belakang dengan mengitari tempatnya. eh…. malah ketemu dia di pinggir kamar mandi. dulu pas ketemu kita saling becanda, sekarang malah tak sapa menyapa, jadi asing banget. Aku bener-benar jadi orang lain yang sangat beda bahkan di depan teman-temanku juga.
Akhirnya q bilang ke dia “kug jadi aneh gini“, ternyata dia juga ngerasa hal yang sama dan kami membuat kesepakatan untuk jadi seperti biasanya. Sampai hari ini kita tetap berteman seperti biasanya, walaupun porsi gurauannya tidak seperti dulu.
Jujur aku benci dengan cinta ini, tapi aku tak bisa membenci dia dan aku juga tak bisa untuk tidak memperdulikannya. Parahnya lagi aku menikmati kedekatanku dengan dia kembali. Walaupun aku tau hal itu bisa membuatku terperosok lagi.
Aku tau aku tidak bisa membuang perasaanku begitu saja, dan aku juga tau membenci bukan hal bagus apalagi sampai memutus tali persahabatan yang pernah aku jalani. Masa bodoh apa yang harus terjadi, Cinta memang buta, Tak perlu aku membuang perasaan yang ada, dan tak perlu juga aku buru-buru mencari penggantinya (akhirnya bertahan 2 minggu, trus putus lagi.. hehehehe
).
Yang penting aku jalani apa adanya dan membuat aku bahagia. Masa bodoh dengan cowok barunya dan orang-orang yang pernah suka ama dia.
Dan sisi positifnya, aku jadi lebih aktif untuk menulis di blogku ini setelah hampir 1 tahun vacum. Yah… semoga hal ini bisa membuat hatiku lebih tabah, lebih tenang dan lebih bisa menerima kenyataan ini. Dan semoga aku masih tetap terus berkarya di dunia blogger ini… Amin.
Sumber : Life with Honesty |wordpress blog




0 komentar:
Post a Comment