Sempat kaget dan berpikir lama setelah seseorang menanyai aku tentang cita-cita aku. Bukan karena aku tidak bisa menjawabnya, tapi aku bingung sendiri sebenarnya apa sih cita-citaku. Mungkin akan beda jika yang ditanya aku saat umurku baru 8 tahun, pasti akan aku jawab dengan mudah dan lantang, “ Aku ingin jadi guru, aku inginn jadi dokter, aku ingin jadi pilot, dll”.
Tanpa harus berpikir lama karena aku tau aku masih kecil and bisa tumbuh seperti yang aku inginkan. Tapi disaat aku ditanya dengan umurku yang sekarang, jelas aku bingung harus jawab apa. Sebab semua kemungkinan itu seperti hampa dan tidak ada dipikiran, mengingat aku sudah bisa dikatakan dewasa, dalam artian sudah berkepala dua. Emang aku bisa jadi apalagi selain yang aku lakukan sekarang.
Dengan jawaban sedikit ragu aku menjawab pertanyaan seseorang padaku tentang cita-citaku. Aku tau cita-cita yang dimaksud bukan seperti cita-cita yang dikatakan anak-anak kecil, tapi cita-cita disini justru lebih mengarah ke tujuan kedepan atau arah hidupku. Aku yang sejak semula kehilangan arah tidak tau harus jawab apa, sebab yang aku tau cita-citaku hanya ada di masa lalu. Masa lalu yang penuh impian dan imajinasi yang tak terbatas.
d'sufiany: Lirik Lagu Last Child – Pedih: Engkau yang sedang patah hati Menangislah dan jangan ragu ungkapkan Betapa pedih hati yang tersakiti Racun yang membunuhmu secara perlaha...
Subscribe to:
Posts (Atom)



